Dalam era globalisasi, terutama pada sektor ekonomi akan terjadi perang harga, kualitas dan pelayanan tanpa mengenal batas-batas negara. Termasuk juga di bidang ketenagakerjaan. Sektor ketenagakerjaan atau sumber daya manusia inilah yang menjadi sarana untuk menghasilkan harga kompetitif dengan produktivitas, menghasilkan barang dan jasa berkualitas dan inovatif dengan keterampilan dan pengetahuan (hard skills) dan memberikan pelayanan yang prima secara verbal maupun non-verbal (soft skills). Dunia pendidikan merupakan sumber utama dalam penyediaan tenaga kerja yang kompeten di pasar kerja. Namun, masih ada gap antara kebutuhan sumber daya manusia di industri dengan sumber daya manusia yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan. Ancaman lain adalah akan ada serbuan tenaga kerja asing ke negara ini jika semua pintu globalisasi telah di buka. Bangsa yang besar ini hanya mampu menyuplai tenaga kerja level bawah ke negara lain, sedangkan negara lain menyuplai para ahli untuk bangsa ini. Implikasi dalam pengembangan sumber daya manusia walaupun untuk memenuhi kebutuhan lokal, namun kualitas tetap dituntut untuk memenuhi standar global agar tetap mampu bersaing dan tidak tersisih di negeri sendiri.

Untuk menjembatani gap antara kebutuhan sumber daya manusia profesional di industri dengan output lembaga pendidikan, dibutuhkan sinergi kekuatan antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Peran membangun sumber daya manusia ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri serta lembaga pendidikan. Dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional, lembaga pendidikan harus dipacu oleh kalangan industri begitu juga untuk memenangkan persaingan, industri harus dipacu oleh dunia pendidikan. Sangat diperlukan kerjasama (partnership) yang baik antara lembaga pendidikan dan industri agar saling menguntungkan serta tetap berkelanjutan. Lembaga pendidikan harus memiliki strategic intent untuk mewujudkan posisi yang diinginkan, perlu dilakukan transformasi kelembagaan lebih kompleks dari sekedar pengembangan organisasi (organization development). Melakukan perubahan fundamental untuk dapat menghasilkan nilai-nilai akademik, sosial dan ekonomi merupakan kata kunci di dalam transformasi perguruan tinggi. Transformasi kelembagaan mencakup penyelarasan dan perancangan ulang dari strategi, struktur, sistem, stakeholders relation, staff, skill, style of leadership dan shared value. Upaya transformasi kelembagaan ini diharapkan dapat merevitalisasi peran dari perguruan tinggi agar mampu berperan secara optimal dalam mewujudkan academic excellence for education, industrial relevance, contribution, new knowledge dan empowerment.

Ada tiga indikator besar penyebab daya saing Indonesia rendah. Pertama, faktor ekonomi makro, seperti ekspektasi resesi dan kondisi surplus atau defisitnya suatu negara yang masih memprihatinkan. Tingkat pertumbuhan ekonomi relatif masih lambat, tingkat penyerapan tenaga kerja masih rendah, investasi berjalan lambat dan kemiskinan masih tinggi. Kedua, institusi publik dan kebijakan yang diambil dalam melayani kebutuhan masyarakat masih jauh dari optimum, masyarakat masih dihadapkan pada kesulitan memperoleh pelayanan maksimum. Ketiga, teknologi yang digunakan dalam proses produksi masih belum menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing di pasar global. Faktanya, keterpurukan di Indonesia saat ini bersumber dari rendahnya mutu sumber daya manusia yang di berbagai sektor pemerintah maupun swasta. Ini alasan yang cukup kuat untuk mengatakan pentingnya manajemen sumber daya manusia di bumi Indonesia saat ini.

Pada era globalisasi dan tingginya velositas menuntut pengelolaan dari sumber daya manusia yang ada dengan tepat, terutama sumber daya terbarukan (renewable), adalah keterampilan dan keahlian tenaga kerja agar tetap selaras dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat. Output lembaga pendidikan sesuai kebutuhan industri hanya akan terwujud jika pelaksanaan pendidikan dipacu oleh industri dan industri hanya akan eksis jika didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia berkualitas dari lembaga pendidikan. Tujuan pendidikan dan kebutuhan industri saling terkait, perlu diikat lebih erat dengan membangun suatu pola kemitraan (partnership) antara lembaga pendidikan dan industri. Dengan membangun kemitraan yang berwawasan inovasi bisnis antara industri dan lembaga pendidikan akan menjadi kekuatan besar memenangkan persaingan di pasar global. Dengan menjadikan lembaga pendidikan sebagai mitra bisnis, hasil dari produk pendidikan dapat dinikmati oleh kalangan industri untuk meningkatkan profit usaha.

Untuk melaksanakan berbagai model kerjasama, lembaga pendidikan yang memiliki kepentingan dan tanggung jawab lebih besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tentunya harus lebih pro aktif untuk mendekati dunia industri. Untuk mengenalkan brand lembaga pendidikan dapat melalui sosialisasi berbagai hasil karya dan prestasi akademik ke dunia industri bisa melalui media cetak, jurnal serta seminar. Berbagai kegiatan promosi lembaga pendidikan masih terfokus pada upaya memperoleh mahasiswa yang sebanyak-banyaknya. Promosi untuk manarik perhatian kalangan industri guna menjalin kerjasama lebih intensif untuk melakukan sharing sumber daya sering tidak dilakukan. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan di dalam kampus seringkali hanya menghasilkan laporan penelitian dan jurnal tersusun rapi di perpustakaan. Jurnal hasil penelitian hanya dibaca oleh kalangan sendiri dan tidak tersosialisasikan di dunia industri. Promosi dan penjualan hasil karya ilmiah ke kalangan industri dan masyarakat belum tergarap dengan baik. Kurikulum idealnya dibekali dengan ilmu kuantitatif, statistik, ekonometrika serta mengintegrasikan antara teori dengan praktek. Standar sumber daya manusia dapat dicapai melalui sebuah perguruan tinggi, ditambah dengan lembaga-lembaga training. Selain itu, partnership dan network dengan berbagai lembaga  harus diintensifkan, sehingga para lulusannya lebih memiliki kans dan peluang untuk ditampung serta ditempatkan pada institusi.

One Reply to “Mengatasi Gap, Mengurangi Pengangguran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *